Para petani menghadapi berbagai macam tantangan yang menekan tanaman, hasil panen, dan profitabilitas mereka. Mungkin yang paling penting adalah menurunnya kesuburan tanah dan perlunya pengelolaan hara yang cermat. Unsur hara utama untuk pertumbuhan tanaman adalah nitrogen, fosfor, dan kalium, yang secara kolektif dikenal sebagai NPK. Selain unsur hara primer, unsur hara sekunder termasuk sulfur, kalsium dan magnesium juga diperlukan. Meskipun berstatus sekunder, belerang telah menjadi prioritas utama dan tantangan bagi para petani karena defisiensi yang tinggi.<\/p>\n
Para petani mengalami defisit sulfur baru-baru ini dari dua variabel yang signifikan:<\/p>\n
\n
Emisi sulfur yang lebih rendah karena standar polusi udara bersih yang ketat<\/li>\n
Memperlambat konversi mikroba dari sulfur yang tersedia untuk pertumbuhan tanaman dari suhu yang lebih dingin dan tanah yang jenuh hujan<\/li>\n<\/ul>\n
Akibatnya, petani menghadapi hasil panen yang terganggu yang memengaruhi kuantitas, kualitas gabah, dan kepadatan (berat uji) yang akan terus menurun dari waktu ke waktu jika masalah belerang dibiarkan tidak dikenali dan tidak diperbaiki. Sebaliknya, mengatasi dan mengelola defisiensi sulfur tidak hanya akan mengendalikan kehilangan hasil, tetapi juga meningkatkan pemulihan hasil produksi tanaman.<\/p>\n